“Bersama Kami, Anda Menjadi Terdepan”

KATA PENGANTAR

an image

Globalisasi yang terjadi pada berbagai belahan dunia dewasa ini berdampak luas dan sangat kompleks terhadap berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dan berbangsa termasuk dunia dan lembaga pendidikan. Globalisasi memaksa semua orang untuk dapat merubah arah dan perilaku kehidupan. Kelompok yang dapat menyesuaikan dengan cepat memperoleh kesempatan dan peluang tapi mereka yang tertegun dan cenderung tidak dapat meninggalkan cara-cara konvensional akan ditinggalkan dan bahkan tergilas oleh keadaan.

Krisis moneter yang pernah melanda bangsa ini meninggalkan banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik. Pelajaran yang paling berharga adalah makin pudarnya kepercayaan terhadap ilmu ekonomi yang tidak membendung masalah yang terjadi secara cepat, disebabkan hukum-hukum ekonomi yang selalu didasarkan pada asumsi-asumsi yang justru menimbulkan tesistensi terhadap kondisi yang dihadapi. Lebih lanjut kini orang mulai berpikir pragmatis dan cenderung untuk bertindak instan dalam menghadapi revitalisasi keadaan, orang lebih mendewakan hal-hal yang praktis dan meninggalkan dan tidak lagi bersandar pada teori.

Krisis moneter yang berkepanjangan di Indonesia berdampak dengan tumbangnya rezim order baru (ORBA) yang berkuasa selama 32 tahun dan diikuti dengan perubahan (reformasi) yang besar dibidang politik, ekonomi dan ketatanegaraan. Reformasi yang demikian menuntut adanya keterbukaan (transparansi) tata kelola (good governance) serta pengawasan (controlling) disemua bidang penyelenggara kenegaraan.

Dibidang pengelolaan dan keuangan Negara, terjadi perubahan dengan diberlakukannya sistem desentralisasi keuangan serta otonomi daerah (OTDA), yang berakibat terjadinya kesenjangan antara tuntutan reformasi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang ditandai dengan banyaknya pengelola atau pejabat Negara terjerat kasus korupsi sebagai indikasi terjadinya penyelewengan tata kelola dan kurangnya pemahaman tentang peraturan/perundangan mengenai keuangan Negara/daerah.

Sebagai lembaga pendidikan Universitas Triakti menangkap gaung perubahan itu dengan membuka program Strata dua (S2) Ekonomi Keuangan dengan Konsentrasi Ekonomi Keuangan Negara/Daerah dan Ekonomi Keuangan Perbankan dan Pasar Modal.

 

SEJARAH

 

Wacana tentang perlunya membuka Program Studi Strata dua (S2) Magister Ilmu Ekonomi bermula dari keluarnya Ijin dari Dirjen Dikti tantang Pembukaan Ijin Program Doktor (S3) Ilmu Ekonomi tahun 2000 maka Rapat Majelis Jurusan Ekonomi Pembangunan mengamanatkan pada Ketua Jurusan, Dra. Tiktik Sartika Partomo, MS untuk membentuk Tim Kajian Pembentukan Program Studi Magister Ilmu Ekonomi. Untuk melangkah kearah tersebut terhalang oleh pro kontra tentang apa yang menjadi andalan pokok (core) dari Program Studi yang akan dibuka. Dibentuknya team kajian tentang feasibility studi mengalami beberapa kali pergantian diantaranya team Lukman Hakim, SE lalu team Drs. Pulo Siahaan, MSc dan kemudian team Eleonora Sofilda, SE, MS yang dibantu oleh Dr. Muhammad Zilal Hamzah, MM berhasil mendeklarasikan pembukaan Program dengan keluarnya Ijin Dikti Nomor : 1970/D/T/2006 tanggal 16 Juni 2006.

Dengan ijin tersebut digunakan kurikulum perdananya yaitu Konsentrasi Ekonomi Perencanaan Kota/Daerah dan Konsentrasi Keuangan Negara/Daerah. Selama tiga Trimester berjalan jumlah mahasiswa yang diterima dari tiga angkatan dimana angkatan I sebanyak 14 mahasiswa, angkatan II sebanyak 14 mahasiswa dan angkatan III sebanyak 7 mahasiswa. Dari ketiga angkatan tersebut kalau dilihat dari profil mahasiswa maka paling banyak adalah alumni Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti (lebih dari 90 persen).

Berdasarkan data tersebut maka diadakan evaluasi secara menyeluruh baik kurikulum, tenaga pengajar dan daya dukung lain. Hasil dari evaluasi tersebut disusunlah kurikulum Tahun Akademik 2007/2008 yang berbasis kompetensi. Kurikulum tersebut core utamanya adalah Ekonomi Keuangan dengan Konsentrasi Ekonom Keuangan Negara/Daerah ; Ekonomi Keuangan Perbankan dan Pasar Modal.

Untuk peningkatan mutu lulusan dan penyelarasan dengan kebutuhan pasar serta lapangan pekerjaan kurikulum dirancang secara dinamis agar secara periodik dapat disempurnakan untuk lebih mempertajam sasaran. Metode pengajaran yang diterapkan yaitu dengan mengkombinasi teoritis tenaga pengajar utama dan praktis/applied dari profesional dibidangnya seperta Ahli atau Pengelola Perbankan; Analis Pasar Modal; Dana Sekuritas; Konsultan Pajak ternama dan Para pejabat pengambil keputusan di Bank Indonesi; Departemen Keuangan Republik Indonesia; Bapenas; Badan Pusat Statistik; dan Direktur Jenderal Pajak.

Sebagai perwujudan kearah peningkatan mutu mulai Tahun Akademik 2010/2011 diambil langkah penyempurnaan Pertama membekali mahasiswa untuk wajib mengikuti Laboratorium Alat Analisis Kuantitatif sebagai complement mata kuliah Modeling Keuangan Kedua dibidang penelitian dan kajian maka telah terbentuk Pusat Studi dan Pengembangan Ekonomi Keuangan (PUSPEK) yang dipimpin oleh Dr. Bilmar Parhusip, MS dibantu oleh Yanuar Rizky, SE, MH. untuk dibidang Pasar Modal; Dr. Tungkot Sipayung, MS. untuk bidang Keuangan Negara; dan Drs. Chandra Purnama, MBA. untuk bidang Perbankan dengan program utama mengadakan penelitian, pengkajian, pelatihan, seminar-seminar dan Ketiga telah terbit pula Jurnal Ekonomi Keuangan Indonesia (JEKI) untuk mendukung sarana publikasi ilmiah.

Pada akhir jabatan Prof. Dr. Tiktik Sartika Partomo, MS. yang kemudian digantikan oleh Prof. Dr. Victor Siagian, MS. telah diperoleh Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Surat Keputusan Nomor: 033/BAN-PT/AK-IX/S2/I/2012 tanggal 13 Januari 2012 dan telah menerima mahasiswa sejumlah 454, pada angkatan ke XV dengan jumlah alumni sejumlah 124 Magister Ekonomi.